MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR BERTANI SEJAK DINI TKQ – AL HIKMAH SUKABUMI DI BUMI MANDIRI CENTER

Menciptakan generasi muda tani yang tangguh di mulai sejak masih kanak – kanak. Karena menekuni bidang pertanian menumbuhkan cinta yang tidak cukup di pupuk di bangku universitas. Hal itulah yang mendasari belajar bertani TKQ Al Hikmah – Sukabumi di BUMI MANDIRI CENTER (BMC). Yang mengarahkan berbasis pengetahuan dan pengenalan bertani, karena bertani tidak cukup hanya sekedar menanam dan mengambil buahnya saja. Bertani juga menumbuhkan rasa tawakal insani pada kholiknNya.

Dengan mengenal proses bertani sejak dini, dari membajak,sampai menanam padi, terus di ajarkan juga bagaimana proses nenek moyang terdahulu, menghasilkan beras dengan di tumbuk. Menggunakan perlengkapan tradisional di antaranya lesung, alu, dan anak – anak memahami banyak hal, dari mulai ilmu pengetahuan dan memupupuk kemandirian. Pada kesempatan tersebut Kepala sekolah TKQ AL HIKMAH – Sukabumi Jamaluddin menuturkan moment ini sangat tepat dan berharga bagi sekolah kami, dalam membentuk karakter bertani sejak dini, ujarnya lagi nanti untuk kedepannya insya Allah kami secara kontinyu mengadakan kegiatan belajar bertani di Bumi Mandiri Center (BMC) karena hanya disini lah tempatnya yang elegant dan repsentatif.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa wawasan agraris penting ditanamkan sejak dini. Secara teoritis, pengupayaan alam sebagaimana adanya sejauh mungkin cukup esensial untuk membantu tumbuh kembang anak. Semakin bebas anak – anak diperbolehkan berkembang, semakin cepat dan sempurna bentuk – bentuk dan fungsi – fungsi yang mereka akan capai. Kegiatan seperti bertani bermanfaat bagi perkembangan fisik anak, yang pada gilirannya akan mempengaruhi perkembangan kreativitasnya. Olah tubuh yang baik dapat meningkatkan pemungsian kognitif dan pemprosesan imformasi, yang merupakan proses fisik. Kegiatan seperti itu memberi kesempatan untuk menciptakan tanaman kehidupan baru yang dapat menstimulasi perkembnagan spiritual dan emosional anak. Fakta empiris di lapangan juga mengatakan bahwa wawasan agris sudah tepat diberikan sejak dini, karena usia tersebut adalah jendela awal untuk melihat dunia.

Posted on September 28, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: