UNDANGAN REVITALISASI SENI BUDAYA SITUGUNUNG

Bismillahirrahmaanirrahiim

Sampurasun

Budaya – budi dan daya – adalah nilai dasar kehidupan manusia. Indonesia (Nusantara Raya) dengan masyarakat Sunda di dalamnya, memilki khasanah budaya, termasuk diantaranya adat dan seni, yang merupakan kekayaan sekaligus kearifan lokal yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain di dunia. Sayangnya, aset yang tak terhingga nilainya itu mulai tergerus, bahkan tergusur oleh budaya-budaya bangsa lain.

Organ tunggal dengan penyanyi-penyanyinya yang seronok, sudah hampir menggusur degung, angklung, kecapi dan suling. Joget dangdut yang asal goyang, menendang kendang pencak, jaipong apalagi tari merak. Hari Valentine, nyaris meniadakan “tradisi kasih sayang lebaran”. Film-film Mandarin, Korea, Bollywood dan Hollywood dengan gaya hidup, adat, seni dan budaya asingnya juga telah mencuci otak sebagian masyarakat kita.

Akankah kita tinggal diam menyerah tak berdaya?

Terpanggil menghadapi fenomena sosial – budaya yang memprihatinkan tersebut, sejumlah lembaga dan tokoh masyarakat antara lain, Kampung Budaya Sindang Barang (Bogor) bersama Bumi Mandiri Center (BMC) dan Padepokan Kurusetra, bertekad memprakarsai suatu Gerakan Revitalisasi Seni Budaya Situgunung, dengan mengajak dan mengundang peranserta aktif masyarakat seluas mungkin.

Gerakan Revitalisasi ini akan digulirkan dengan menghidupkan tradisi “Marak Lauk” yang dimeriahkan Kecapi – Kendang, Kendang Pencak, Tutunggulan (Gondang) dan lain-lain, insya Allah pada :

Hari/tanggal : Minggu/17 Juli 2011  
J a m            : 08.00 WIB s/d selesai
Tempat        : Bumi Mandiri Center
                       Jl. Raya Situgunung Km.6 Cisaat – Sukabumi

Marak Lauk adalah tradisi menangkap ikan ramai-ramai untuk dijadikan lauk makan, dengan cara membendung sungai, menguras danau atau lubuk. Di zaman sekarang tatkala penduduk semakin padat, sementara di lain pihak sungai, danau/situ dan lubuk menjadi dangkal bahkan berkurang jumlahnya, sehingga secara alamiah ikan tidak mungkin lagi berkembang sendiri memenuhi kebutuhan penduduk, maka adat yang bagus itu baik diambil hikmahnya dengan memberi makna sebagai gerakan peningkatan produktivitas beternak ikan.
Demi sukses dan ketertiban acara, peserta dimohon mengikuti ketentuan sebagai berikut :
1. Peserta Marak Lauk (Ngubek Situ) dari setiap grup/delegasi terdiri dari 5 (lima) orang, dan dianjurkan mengenakan sandal gunung dengan pendaftaran terakhir Sabtu,16 Juli 2011:

2. Acara diawali dengan prosesi “Amitan” pada hari Sabtu, ba’da Maghrib 16 Juli 2011;

3. Pakaian adat Sunda atau pangsi, minimal ikat kepala untuk pria dan baju kebaya sebagai baju atasan wanita;

4. Boleh membawa pendukung dan tetabuhan atau alat kesenian Sunda, namun mohon mengkoordinasikan terlebih dahulu dengan Panitia paling lambat Sabtu siang 16 Juli 2011:

5. Dilarang membawa senjata tajam.

Demikianlah, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik, sebelumnya kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga.

Hatur nuhun

KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG

PESANTREN/PADEPOKAN KURUSETRA

BUMI MANDIRI CENTER

RSVP :
– Ismail (0812-9320833), Priyo Sarwono (0816-1617787), Yenny Woelandari   (0812-8863513)
Atau Sekretariat
– Bumi Mandiri Center, Jl. Raya Cisaat Situnung Km.6 Sukabumi 43153
Telp : (0266) 238844, 226211 Fax: (0266) 226211
– Jl. Blok K No.90, Depok Mulya I Beji, Depok 16421
Telp : (021) 98496345, 98496073, 7773501  Fax : (021) 7777173

(Gbr : Panen Ikan – Asep Wawan MM Painting Gallery dari Google Images)

Posted on July 6, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: