Mandi Pancuran : Lebih Sehat, Lebih Bergairah!

Setiap kali berkunjung ke Bumi Mandiri Center (BMC) di Desa Sukamaju, Kec. Kadudampit, Sukabumi, saya selalu meluangkan waktu untuk mandi di Cigunung. Sungai kecil berbatu-batu itu airnya  sangat jernih dan dingin, mengalir turun dari sumbernya, banyak mataair di lereng gunung Gede-Pangrango. Dalam perjalanan aliran air makin membesar, beberapa kali jatuh sebagai air terjun sebelum membentuk sungai Cigunung dan kemudian sebagian airnya dialirkan ke saluran irigasi sawah dan kebun-kebun di kaki gunung.

Ketika  beberapa pancuran bambu dibangun di tebing sungai Cigunung, saya lebih sering lagi ke PBM menikmati air pegunungan. Ada pancuran yang terletak agak di ketinggian, memberi kesempatan air pancuran jatuh ke kepala sampai ke punggung kaki. Ada pula pancuran yang terletak menjulur dari tebing sungai, memuntahkan air dari atas sementara yang mandi sebagian badan terendam dalam sungai.

Sudah tujuh atau delapan kali saya mandi air pancuran bambu di BMC, di tepi jalan raya Cisaat-Situgunung, selalu membuat badan terasa lebih sehat, lebih bugar.Rongga dada terasa lebih lapang (saya perokok berat), kepala jadi enteng, pikiran lebih jernih. Setiap kali mandi pancuran, sekitar 20 menit, saya benar-benar menikmati air dingin dari gunung, yang memijat lembut kepala, tengkuk, bahu, punggung, tangan, sampai ke punggung kaki. Tenaga air yang jatuh dari ketinggian sekitar dua meter rasanya seperti tangan-tangan gaib yang memijat-mijat tubuh, mengendorkan urat saraf yang tegang, melancarkan peredaran darah.

Sebelum mandi pancuran saya selalu berjalan (kaki telanjang) menyusuri sungai Cigunung. Kadang harus berjingkat di bebatuan sungai dengan air dingin sampai sedengkul, kadang memantapkan kaki di dasar sungai  menjaga keseimbangan, kadang perlu melompat dari batu ke batu. Gemericik air sungai, jerit serangga, kicau burung, kupu-kupu dan capung yang terbang hilir mudik, membuat suasana seperti terlontar jauh dari keramaian dan kepengapan kota besar, mendarat di alam yang murni dan menyegarkan.

Setiap kali selesai mandi pancuran, saya menemukan energi dan semangat baru untuk beraktivitas. Keluhan-keluhan seperti tekanan darah naik atau kadar asam urat meningkat sudah berbulan-bulan lenyap semenjak berapa kali mandi pancuran di BMC. Dan setiap kali merasa letih dan pengap di Jakarta, saya selalu ingin kembali ke Sungai Cigunung.

Bukan saya saja yang merasakan khasiat mandi pancuran. Banyak juga pengunjung BMC lainnya mengaku merasa lebih sehat dan bugar setelah mandi pancuran air pegunungan di resor agrowisata dan outbound di kaki gunung Gede-Pangrango itu. Sekelompok orang lanjut usia dari Bandung mengaku pulang dari BMC dengan hati yang lebih riang, pikiran yang lebih jernih, dan badan yang lebih bugar, bahkan lebih bergairah. Potensi seksual yang sudah menurun mendadak muncul kembali setelah mandi pancuran bambu di sungai Cigunung.

Hidroterapi & Akupresur

Mengapa saya ( dan banyak orang lain ) merasa  lebih sehat,lebih bugar setelah mandi pancuran? Dari berbagai literatur  kesehatan, saya menemukan jawabannya, yang membuat saya makin yakin pada khasiat mandi pancuran.

Air pancuran di kaki gunung Gede-Pangrango adalah air alam yang masih murni, turun dari lereng gunung, membentur bebatuan bahkan berkali-kali jatuh di tebing gunung membentuk air-air terjun terus mengalir. Karena perjalanannya yang demikian, molekul air kehilangan elektron dan ketika mencapai tubuh manusia yang mandi pancuran, molekul air menangkap elektron yang berkeliaran bebas dan menjadikannya bagian dari air itu sendiri. Karena itulah air pegunungan memiliki efek membersihkan yang sangat  baik. Selain itu air pegunungan mudah masuk dalam sel tubuh.Ternyata mandi pancuran di tepi sungai Cigunung selain menikmati air dalam kualitas alamiahnya dengan efek membersihkan yang prima juga memadukan  hidroterapi dan akupresur  sekaligus.

Ketika turun ke sungai, dengan telanjang kaki mengikuti jogging track, kemudian menyusuri sungai, secara tak sadar sebenarnya  kita sedang menjalani proses akupresur. Titik-titik refleksi di telapak kaki yang paling sering bersinggungan dengan batu-batu kali ternyata berhubungan dengan saraf mata, otak kiri, otak kecil, paru-paru, lever, ginjal, rongga dada,  kelenjar tiroid, saraf lambung, sampai organ  reproduksi. Menurut refleksologi, ilmu pengobatan yang dikembangkan di Cina sejak ribuan tahun silam, di telapak kaki di bagian bawah ibu jari terdapat titik refleksi yang berhubungan dengan otak, bagian bawah jari yang lain berhubungan dengan mata dan kuping. Pada bagian tengah telapak kaki terdapat antara lain titik-titik refleksi yang berhubungan dengan paru-paru,jantung, ginjal, lambung. Sedangkan pada bagian dekat tumit terdapat titik refleksi yang berhubungan dengan kelenjar reproduksi. Dengan pijatan ala akupresur pada titik-titik refleksi, berbagai organ tubuh yang sakit atau mengalami gangguan dapat dipulihkan.

Kemudian ketika mandi pancuran, tekanan air dingin yang jatuh dari mulut bambu kembali memijat titik-titik refleksi yang berhubungan antara lain  dengan saraf jantung, mata, jantung, saluran pernapasan, lambung.

Untuk mendapatkan perawatan hidroterapi, banyak orang kota besar mengujungi Spa, fasilitas modern untuk relaksasi dan perawatan menggunakan air. Di Spa (berasal dari bahasa Spanyol, Sante Par Aqua- Sehat Dengan Air), orang-orang kota yang sibuk, letih dan mengalami stress bisa menikmati berbagai teknik  massage seperti akupresur, pijat batu hangat, shiatsu, mandi lulur dan aromaterapi. Di Spa pengunjung juga bisa menikmati perawatan dengan semburan air yang digerakkan secara mekanis. Tapi di bawa pancuran bambu, di kaki gunung, semuanya terasa lebih natural. Sambil menghirup udara pegunungan, menikmati pijatan air pancuran yang datang dari lereng gunung.

Mandi Air Terjun

Tubuh manusia terdiri dari 70-80 persen air. Tanpa air, metabolisme dalam tubuh manusia tidak bisa jalan. Karena itu berhubungan dengan air sesungguhnya memberikan kesempatan kepada tubuh menyatu dengan zat utama yang membentuk tubuh. Air yang paling berkualitas untuk tubuh manusia adalah air dari pegunungan, yang mengalir turun membentur bebatuan alam, belum terkena campur tangan manusia, belum disaring atau dipanasi atau diberi zat kimia tambahan.

Orang modern kini orang makin percaya bahwa air alam punya potensi besar dalam perawatan dan penyembuhan. Karena pula di Hawaii dan Amerika Selatan misalnya, kini dikembangkan paket wisata penyembuhan (healing vacation) dengan kegiatan antara lain mandi  air terjun di alam bebas.Dan di berbagai wilayah pegunungan bersalju banyak orang mencari penyembuhan dan kebugaran dengan mandi air dari gletser yang mencair dan mengalir turun membentuk air-air terjun. Beberapa penelitian juga menemukan peran air dalam rahasia umur panjang penduduk Hunza (wilayah Pakistan di kaki  Pegunungan Himalaya) yang rata-ratanya mencapai usia sampai 100 tahun lebih  dalam keadaan sehat dan tetap beraktivitas. Ternyata orang-orang Hunza berumur panjang karena selalu minum dan mandi air pegunungan yang murni, selain selalu mengonsumsi sup aprikot, dan hampir tak pernah makan daging. (YP Sangguana)

Posted on June 1, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. subhanallah manteeeeep euy !!! jadi pengen mandi di pancuran he..he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: