Di Sungai Cigunung, Melepas Rindu pada Alam

Sungai Cigunung  mengalir turun dari  lereng Gunung Gede-Pangrango. Tebing sungai ditumbuhi bermacam belukar, rumpun bambu, pohon sukun, kelapa, pandan, kaliandra, damar dan randu. Kupu-kupu berkeliling mencari kembang,  burung-burung terbang melintas di atas sungai, tupai meloncat di dahan pepohonan.

Gemericik air sungai yang  mengalir di antara batu-batu besar seolah memiliki daya magnit sangat kuat. Serombongan orang kota  –  anak-anak bersama ibu-ibu dan bapak-bapak –  tak sabaran menapaki pematang sawah, kemudian menuruni tebing sungai. Dalam beberapa menit kemudian puluhan orang kota itu seperti sedang merayakan pesta air. Ada yang hanya melepas sepatu atau sandal langsung mencebur, berendam masih dengan pakaian santai.Ada yang bermain siram-siraman , ada pula mandi di pancuran bambu. Keriangan orang kota menemukan mainan baru di alam bebas.

Bagi orang-orang kota yang akrab dengan sungai yang keruh, kotor dan menebarkan bau tak sedap,  bermain-main di sungai pegunungan berair jernih dan dingin  merupakan pengalaman langka. Serombongan pengunjung lanjut usia pernah berlama-lama mandi, berendam dan bermain-main di air Cigunung yang jernih dan sejuk.”Ingat masa kecil di kampung,” kata seorang kakek. Tampaknya mereka melepas rindu pada alam yang masih asri. Sebagian lagi anak-anak kota bahkan baru pertama kali melihat sungai jernih ketika diajak turun ke air Cigunung.”Ternyata ada sungai  jernih dan ada batu-batu besarnya,”komentar seorang anak Jakarta yang sebelumnya hanya mengenal sungai Ciliwung yang berair kuning coklat  mengalir lamban di kanal-kanal buatan manusia. Banyak wanita dan anak-anak yang semula takut membayangkan cacing dan lintah, berubah menjadi bersemangat bermain di lumpur sawah dan berendam di sungai ketika memasuki resor dengan suasana pedesaan itu.

Sungai Cigunung yang mengalir membelah  Bumi Mandiri Center (BMC), di Cisaat, Sukabumi, tampaknya merupakan salah satu daya pikat resor agrowisata dan outbound  seluas 15 ha yang terletak di kaki gunung kembar Gede-Pangrango itu. Sejak dikembangkan tahun 1993, ribuan pengunjung  resor di kawasan sejuk sepanjang tahun ini selalu berusaha menikmati sungai pegunungan itu. Trekking sungai termasuk kegiatan yang sangat disenangi pengunjung. Sebuah petualangan kecil menantang arus sungai di antara bebatuan besar. Tapi banyak lagi yang sekadar mandi-mandi, berendam di air jernih dan dingin. Setelah memerah susu sapi, memanen sayur, memetik buah, belajar membajak sawah, menanam padi dan berbagai kegiatan lain, turun mandi ke sungai atau memandikan kerbau  merupakan pengalaman  istimewa. Orang-orang kota,   bahkan pelajar-pelajar asing dari berbagai sekolah internasional di Jakarta sangat menikmati  suasana pedesaan Indonesia ini. “Fantastik, pokoknya fantastik,” ujar seorang guru Australian International School.

Di tepi Sungai Cigunung Bumi Mandiri Center (BMC) menawarkan beragam kegiatan agrowisata dan outbound kepada keluarga-keluarga kota yang ingin menikmati suasana pedesaan, para pelajar yang ingin lebih mengenal alam, dan orang-orang muda serta para ekesekutif yang membangun diri, mengembangkan kerjasama dan kepemimpinan melalui latihan outbound.***

Posted on May 31, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: